Pertambahan umur setiap
tahun adalah moment yang paling membahagiakan bagi siapapun. Pertambahan umur
dimaknai sebagai karunia Tuhan dimana sebagai hamba-Nya masih diberi kesempatan
untuk menghirup oksigen, masih diberi izin dalam mengukir kebaikan, pun menambah
timbangan ibadah. Namun disisi lain pertambahan umur juga adalah musibah bagi
mereka yang tak mampu taat pada-Nya, melanggar perintah Sang Khalik, menambah
dosa dst. Ya, hidup bagai dua sisi mata pisau. Kembali kepada setiap pribadi
bagaimana mengunakannya.
Rabu, 13 Januari 2016
Jumat, 23 Oktober 2015
Ber(sepeda)
Kami ini sepasang kaki. Kami mengayuh tungkai sepeda. Kiri dan kanan bergantian, sesekali berjeda. Semakin laju sepeda kami semakin
kami tak tahu ke mana kami menuju. Kami hanya sepasang kaki, bukan pemegang
kendali. yang kami tahu hanya membuat sepeda kami lancar meluncur maju. Kadang
kami membawa penumpang, sebongkah pantat, sekarung kentang, atau bebek calon
santapan yang di dapatkan di dalam keranjang. Kalau kami boleh memilih, kami
lebih suka membawa telur. Kami bahagia membayangkan telur itu kelak menetas
menjadi ayam yang kelak bertelur pula. sekenario lingkar kehidupan. Kami
tak bahagia membayangkan telur itu busuk atau punah di piring sarapan manusia. Tapi kami tidak bisa terlalu memilih. Kami ini sepasang kaki. Kami mengayuh
tungkai sepeda. Mengayuh saja*
*AZ
Selasa, 09 September 2014
(Oh) Kipem
Beberapa minggu ini kami (MABA) khususnya direbetkan dengan KIPEM. Ada yang tau tentang KIPEM? Yang mahasiswa UNAIR pasti gak asing. Ya iyalah secara beberapa hari digegerkan dengan kejadian ini (lebay). Oke untuk yang belum tau kipem disini kita akan membahasnya. KIPEM yaitu Kartu Identitas Penduduk Musiman khususnya bagi para pendatang di Surabaya. Sekedar opini, seharusnya petugas juga mengerti jika kami ini mahasiswa yang datang dari berbagai daerah tak terkecuali dari luar Pulau Jawa. Jika beberapa malam telah mengadakan razia apa ya tidak kasihan dengan kami. Toh tujuan awal kita kesini ya mencari ilmu, bukan yang lain. Dengan razia yang dilakukan beberapa hari di kawasan tertentu semustinya peraturan ini ditinjau kembali. Untuk mengurus kipem kami musti minta surat keterangan dari kemahasiswaan, kemudian surat pengantar dari desa asal. Iya kalo mahasiswanya cuma asal dari Surabaya aja, seharipun bisa selesai. Lah wong ini dari penjuru negeri hingga luar negeri. Belum lagi menata kehidupan kami di surabaya, kami musti pulang kampung untuk mengurus surat ini. Beberapa mahasiswa bahkan ada yang tidur di kampus untuk menghindari razia ini. Ah, semogalah tahun depan tak ada begini-beginian.
*sebagian dari ekspresi mahasiswa luar kota, perpus 9 September 2014
*sebagian dari ekspresi mahasiswa luar kota, perpus 9 September 2014
A M E R T A
Ribuan calon mahasiswa berpakaian putih-putih
berbanjar menunggu antrian untuk absen. Ruangan ACC penuh dengan pasukan putih.
Kami menyanyikan lagu wajib, mars dan juga hyme. Hari itulah kami dikukuhkan
sebagai mahasiswa. Malamnya kami berada di Pinlab untuk persiapan Pra Bradanaya(Titin,
Rani, Winda, Ayu)
20 Agustus
PPKMB kami hari pertama berpakaian putih hitam
bertempat di fakultas vokasi. Beberapa dosen memberi materi. Salah satu dosen
“anoyying” membuat beberapa mahasiswa tidur di dalam kelas Menjelang maghrib
kami bergerombol untuk persiapan Bradanaya hari pertama di Pinlab. Selanjutnya
kami menuju kos Dani hingga pukul 21.00. Sebelum menuju rumah mampir di warung
nasi goreng depan gang.
"Ciyee yang dapat tamu spesial :)"
21 Agustus
Pra Bradanaya siang itu kami bertemu langsung dengan
MbahKung Sudjiwotedjo sebagai pembicara di Fakultas. Hari itu kami pulang pukul
23.30 karena mengerjakan perlengkapan Bradanaya hari pertama.
Rabu, 23 April 2014
Hachiko!
Kau
ingin belajar tentang kesetiaan? Romeo dan Juliet, artis-artis holywood. Tentu
tidak kan? Romeo dan Juliet bukanlah kesetiaan tapi kekonyolan yang dibutakan
oleh cinta. Artis-artis holywood tidak jarang mereka bolak-balik masuk kantor
pengadilan perceraian. Hey tak usah jauh-jauh kau belajar tentang itu. Lihatlah
Hackiko! Ya anjing yang ditemukan di stasiun kereta oleh profesor. Kemudian
dirawat dan dibesarkan. Setiap sore ia selalu menunggu profesor di stasiun dan
pulang bersama. Bertahun-tahun keduanya bersama. Anjing jenis akita yang
dikenal sangat setia pada tuannya. Hingga sang majikan meninggal ia tetap
menunggu kepulangan majikan setiap sore. Bahkan hingga sepuluh tahun setelah
kematian majikan ia masih menunggu. Ah, marilah belajar darinya!
3 April 2014
Jumat, 28 Maret 2014
Tanah Surga "Katanya"
Bukan
lautan hanya kolam susu 'katanya'
Tapi
kata kakekku hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu
Kail dan
jala cukup menghidupimu 'katanya'
Tapi
kata kakekku ikan-ikan kita dicuri oleh banyak negara
Tiada
badai tiada topan kau temui 'katanya'
Tapi
kenapa ayahku tertiup angin ke malaysia
Ikan dan
udang menghampiri dirimu 'katanya'
Tapi
kata kakek awas ada udang di balik batu
Orang
bilang tanah kita tanah surga
Panglima
*Siti Rukiyati
Pagi ini kau berkelakar
tentang kami yang tak segera mendewasa. Tentang kaos kaki, tong sampah, dan
juga deretan angka. Suaramu masih kurekam jelas dalam ingatan, kendati tujuh
hari telah berlalu. Kami pendengar setia nyanyian pagi, meski telinga kami terowongan. Mata kami yang menatap layar
lebih asyik berselancar di beranda. Atau bisik kami yang lebih mirip arisan.
Dan kau selalu mengerti.
Baru saja kau rebah di kursi
depan membuka kitab kealpaan. Jangan
tanya kenapa? Sebab kau adalah panglima penagih janji pasukan. Siapa, kenapa, dimana, bagaimana? Kau bagai sirine dalam kesesatan. Lampu
merah di perempatan kenakalan. Kau tunjukkan dimana kami harus lurus . Dimana
kami harus berbelok. Bagaimana menghindar dari jalan berlubang, menyingsing seragam
di keruh air hujan.
Kedisiplinan,
kecerewetan, segala protes kami yang berhamburan. Script, Php-mysql, examp, html, error. Hah, bahkan wajahmu menjelma
jadi alarm tugas-tugas kami. Cambuk menidurkan malas.
Langganan:
Postingan (Atom)





